Proposal £1.5 Miliar yang Memicu Ketegangan
Manchester City menjadi klub yang paling vokal menentang rencana Premier League untuk memberikan dana sebesar £1.5 miliar kepada English Football League (EFL). Proposal ini akan dibahas dalam pertemuan 20 klub pada Kamis mendatang, dengan harapan bisa disepakati sebelum musim baru dimulai. Namun, sikap keras City membuat negosiasi semakin alot.
Rencana pembayaran tersebut akan dilakukan selama 10 tahun, atau rata-rata £150 juta per musim. Angka ini sebenarnya tidak berubah drastis dari tawaran sebelumnya pada September 2023, yaitu £750 juta selama lima tahun. Bedanya, periode pembayaran kini diperpanjang menjadi satu dekade.
Akar Penolakan Manchester City terhadap Premier League
Manchester City lawan proposal Premier League bukan tanpa alasan. Klub asal Manchester ini khawatir dengan cara pendanaan paket tersebut. Premier League ingin menaikkan pungutan biaya transfer dari 4% menjadi 6%, yang akan membebani klub-klub dengan pengeluaran transfer besar seperti City dan anggota “big six” lainnya.
City disebut telah menyusun usulan tandingan. Beberapa kekhawatiran mereka juga dirasakan oleh klub besar lain, meskipun belum jelas seberapa banyak yang akan mendukung sikap City secara terbuka. Situasi ini semakin rumit karena City masih menunggu keputusan pengadilan independen terkait 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial (FFP) yang dialamatkan kepada mereka.
Dinamika di Balik Layar: Amandemen Terlambat dan Ketidakpuasan
Menurut sumber dari The Guardian, City sempat membuat jengkel klub-klub lain dengan mengajukan serangkaian amandemen aturan di menit-menit akhir menjelang rapat umum tahunan Premier League pada Juni lalu. Semua amandemen tersebut akhirnya ditolak dengan suara 19 banding 1. Langkah ini memperlihatkan bahwa hubungan City dengan klub lain sedang tidak harmonis.
- City dianggap kurang memiliki sekutu di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
- Ketegangan ini berakar dari sengketa hukum panjang City dengan Premier League soal aturan transaksi pihak terkait (APT), yang meskipun sudah diselesaikan tahun lalu, meninggalkan rasa tidak percaya.
Dampak Kenaikan Levy Transfer Fee
Kenaikan pungutan transfer dari 4% ke 6% menjadi titik sentral penolakan Manchester City terhadap proposal Premier League. Jika diterapkan, klub seperti City yang kerap belanja pemain mahal harus membayar lebih besar ke dana solidaritas. Hal ini dianggap tidak adil oleh City karena mereka justru menjadi pihak yang paling dirugikan secara finansial.
Bagaimana Dana Akan Didistribusikan ke EFL?
Jika proposal lolos dan diterima oleh EFL, pembayaran awal sebesar £100 juta akan cair pada musim ini. Selanjutnya, kontribusi akan meningkat setiap tahun hingga musim 2035-36. EFL berencana mengalokasikan:
- 80% untuk klub Championship
- 12% untuk League One
- 8% untuk League Two
Namun, belum pasti EFL akan menyetujui tawaran ini. Ketua EFL, Rick Parry, diyakini masih menginginkan kesepakatan yang lebih besar. Premier League hanya akan menggelar pemungutan suara jika yakin mendapat 14 suara dukungan dari 20 klub. Sumber menyebut para eksekutif Premier League optimistis, meskipun ada perlawanan.
Kesimpulan: Pertarungan Belum Usai
Manchester City lawan proposal Premier League menjadi salah satu ujian terbesar bagi hubungan antara klub-klub elite dengan EFL. Di tengah ketidakpastian voting dan potensi penolakan dari EFL, masa depan paket dana £1,5 miliar ini masih menggantung. Baik City maupun Premier League menolak berkomentar, meninggalkan spekulasi mengenai langkah selanjutnya dalam perseteruan finansial sepak bola Inggris.
