Manchester City WSL 2026-27: Misi Pertahankan Gelar Juara

Manchester City WSL 2026-27 diprediksi finis di posisi teratas klasemen berdasarkan rata-rata pilihan para penulis Guardian. Setelah menunggu sepuluh tahun untuk merebut gelar juara, City kini menghadapi tugas yang jauh lebih berat: mempertahankan mahkota. Peluang mereka untuk sukses terbilang besar, terutama setelah berhasil mempertahankan striker andalan, Khadija “Bunny” Shaw.

Shaw adalah pencetak gol terbanyak sekaligus pemain terbaik WSL 2025-26. Pada Mei lalu, ia membuat keputusan mengejutkan dengan menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun, alih-alih hengkang secara gratis. Langkah itu disebut-sebut menjadi kunci keberhasilan Manchester City WSL 2026-27 dalam melanjutkan momentum positif mereka.

Prospek Manchester City WSL 2026-27

Kekuatan skuad City musim ini kurang lebih setara dengan musim lalu. Beberapa pemain kunci memang pergi, tetapi posisi mereka langsung terisi oleh rekrutan baru yang tidak kalah berkualitas. Berikut ringkasan pergerakan transfer utama yang terjadi:

  • Kerolin hengkang ke Barcelona, digantikan Beth Mead dari Arsenal.
  • Leila Ouahabi pergi, posisinya ditempati Niamh Charles dari Chelsea.

Satu-satunya pertanyaan kecil adalah apakah kedalaman skuad cukup untuk bersaing di Liga Champions Wanita sekaligus kompetisi domestik. Meski begitu, inti pemain reguler City terlihat sama tangguhnya dengan klub mana pun di Eropa. Musim lalu mereka mencetak banyak gol dan sangat sukses memanfaatkan sisi sayap, dengan bek kanan Kerstin Casparij mencatatkan assist terbanyak bersama di liga.

Pertahanan City juga tampak solid sepanjang musim lalu. Tantangan paling menarik justru datang dari sisi psikologis, karena peran mereka berubah dari pemburu menjadi buruan. Kini City adalah tim yang paling ingin dikalahkan oleh semua lawan, dan mereka akan memulai musim dengan menjamu tim promosi Birmingham City sebelum bertemu kandidat juara lainnya, Arsenal, pada awal Oktober.

Dukungan di Luar Lapangan: Fasilitas Baru

Di luar lapangan, Manchester City berada di bawah naungan City Football Group, dengan managing director Charlotte O’Neill dan direktur sepak bola Therese Sjögren yang memimpin. Musim ini, tim putri memiliki gedung baru di pusat latihan mereka. Gedung senilai £10 juta itu menyediakan berbagai fasilitas canggih, mulai dari treadmill bawah air hingga mesin kopi ala barista di kantin.

Seluruh elemen di gedung tersebut dirancang untuk memaksimalkan performa atlet perempuan. Sebelumnya, tim putri kadang harus berbagi gimnasium dengan akademi putra City. Investasi sebesar ini menunjukkan keseriusan klub dalam memberikan dukungan penuh bagi tim putri.

Andrée Jeglertz dan Kunci Kesuksesan City

Musim pertama Andrée Jeglertz sebagai manajer berjalan hampir sempurna. Ia sukses membawa City meraih double, yaitu gelar liga dan piala. Sebelum datang ke Manchester, kariernya bersama timnas putri Denmark sempat dianggap kurang meyakinkan, tetapi ia sebenarnya punya banyak pengalaman tingkat tinggi, termasuk gelar juara Eropa 2004 bersama klub Swedia, Umeå.

Pria berusia 54 tahun ini tampil tenang di pinggir lapangan dan tidak pernah goyah dalam keyakinannya bahwa timnya akan “menemukan cara untuk menang”. Ia juga jarang memicu kontroversi dalam konferensi pers. Sikapnya yang kalem dan penuh perhitungan membuat para pemain percaya pada arahannya.

Beth Mead: Rekrutan Bintang dari Arsenal

Beth Mead menjadi rekrutan paling menonjol setelah bergabung dengan status bebas transfer dari Arsenal. Ia meninggalkan klub yang sudah ia bela selama sembilan tahun dan kini menandatangani kontrak tiga tahun bersama City. Harapan klub, penyerang timnas Inggris berusia 31 tahun itu masih bisa tampil moncer dan membuktikan bahwa usianya bukan hambatan.

Mead adalah peraih Sepatu Emas dan pemain terbaik Euro 2022. Ia juga memegang rekor sebagai pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah WSL. Dengan 81 caps bersama Lionesses, Mead tentu ingin menjadi bagian dari skuad Inggris pada Piala Dunia musim panas mendatang, sehingga motivasinya akan sangat besar musim ini.

Keunggulan Set-Piece

Jika lawan ingin membendung sang juara, mereka sebaiknya mulai waspada terhadap tendangan bebas dan tendangan sudut. City mencetak gol dari situasi bola mati setidaknya dua kali lebih banyak dibandingkan tim mana pun di WSL 2025-26. Meski kuat di berbagai aspek, kemampuan set-piece inilah yang menjadi senjata super mereka.

Keunggulan ini tentu bukan kebetulan, melainkan hasil latihan dan eksekusi yang disiplin. Setiap pelanggaran di area berbahaya bisa menjadi ancaman serius bagi lawan. Jika tren ini berlanjut, tidak mengherankan bila banyak tim akan lebih berhati-hati dalam menjaga area pertahanan mereka.

Sacha Lewis: Bakat Muda yang Siap Menembus Tim Utama

Sacha Lewis, bek sayap berusia 18 tahun, menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan City pada Agustus lalu. Pemain yang sudah bergabung dengan klub sejak level U-14 ini adalah adik dari Rico Lewis, bek sayap tim utama putra Manchester City. Ia juga rutin menjadi andalan Inggris U-19.

Lewis masuk dalam skuad Inggris U-20 yang akan tampil di Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia pada September. Musim lalu ia terpilih sebagai pemain terbaik untuk tim “Next Gen” Manchester City. Dengan jadwal padat yang harus dijalani City antara Liga Champions dan kompetisi domestik, peluang Lewis untuk mendapat menit bermain di tim utama musim ini cukup terbuka.

Jadwal dan Markas Manchester City Musim Ini

Joie Stadium menjadi markas utama tim putri Manchester City, letaknya tepat di seberang Etihad Stadium. Stadion berkapasitas 7.000 penonton ini pernah menjadi tuan rumah pertandingan Euro 2022 dan sudah dipakai tim putri selama lebih dari satu dekade. Musim lalu City tidak terkalahkan di kandang sendiri dalam ajang liga.

Namun, ada dua laga kandang liga yang akan digelar di Etihad Stadium musim ini. Keduanya adalah pertandingan melawan Arsenal pada 4 Oktober dan melawan Manchester United pada 14 Februari. Terakhir kali City kalah di kandang sendiri di WSL terjadi pada Februari 2025, yaitu saat takluk 4-3 dari Arsenal dalam laga yang menegangkan. Catatan itu tentu ingin mereka pertahankan di musim ini.

Pernyataan Jeglertz: Siap Bertarung di Semua Ajang

Berbicara kepada BBC Radio 5 Live, Jeglertz mengungkapkan tantangan terbesar musim ini. Ia menegaskan bahwa memenangi satu gelar adalah satu hal, tetapi mampu menang lagi di tahun berikutnya jauh lebih sulit. Meski begitu, ia yakin skuadnya cukup kuat untuk bersaing di semua kompetisi.

Jeglertz juga menyoroti masalah musim lalu, yaitu terlalu banyak pemain bagus yang tidak mendapat cukup menit bermain. Musim ini ia ingin mengeksplorasi seluruh skuad dan memberi peran lebih besar kepada setiap pemain. “Setiap pemain akan lebih penting daripada sebelumnya bagi klub ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Manchester City WSL 2026-27 datang dengan modal kuat untuk mempertahankan gelar. Faktor seperti keputusan Shaw bertahan, kedatangan Mead, serta dukungan fasilitas dan manajemen yang solid membuat mereka layak dijagokan. Namun, tekanan sebagai juara bertahan dan kedalaman skuad akan terus diuji sepanjang musim.

Jika City mampu mengelola beban psikologis dan menjaga kebugaran pemain kuncinya, bukan tidak mungkin mereka kembali mengangkat trofi di akhir musim. Arsenal, Chelsea, dan tim-tim lain di WSL dipastikan akan berusaha keras menjegal langkah mereka. Satu hal yang pasti, musim ini akan menjadi pembuktian apakah City benar-benar siap menjadi penguasa baru WSL.