Kisah Perjalanan Wrexham: Dari National League ke Ambisi Premier League
Wrexham, klub yang kini dimiliki oleh aktor Ryan Reynolds dan Rob McElhenney, akan menghadapi Liverpool dalam laga persahabatan pramusim di Yankee Stadium, New York. Momen ini terasa istimewa karena hanya lima tahun lalu, kedua pemilik itu mengambil alih klub yang saat itu masih terpuruk di National League, kasta kelima sepak bola Inggris. Ryan Reynolds sendiri menyebut pertandingan kontra Liverpool sebagai “punch-me moment” — sebuah momen yang sulit dipercaya.
Namun, pukulan telak yang sesungguhnya akan terjadi jika suatu saat Wrexham mampu berlaga di Anfield dalam laga Premier League musim 2027-2028. Manajer Phil Parkinson mengakui bahwa ekspektasi terhadap timnya untuk menyelesaikan kebangkitan luar biasa ini sudah sangat tinggi, terutama menjelang musim depan.
Semangat Wrexham Usai Gagal di Playoff Championship
Parkinson membawa timnya ke New York dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil mengalahkan Manchester United dan Leeds United dalam laga pramusim. Mereka juga sudah move on dari kekecewaan gagal lolos ke playoff Championship di hari terakhir musim lalu. Meski sempat dianggap sebagai kemunduran bagi ambisi besar klub, finis di peringkat ketujuh Championship pada musim pertama setelah promosi merupakan pencapaian yang patut dihargai.
“Kalau jujur, jika lima tahun lalu kami bilang akan finis ketujuh di Championship, itu sudah merupakan pencapaian luar biasa,” ujar Parkinson. “Tiga promosi beruntun dari National League ke Championship adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun klub punya ambisi dan sumber daya, perjalanan ini penuh langkah besar, terutama transisi dari League One ke Championship yang sangat berat.”
Kebanggaan di Tengah Kekecewaan
Parkinson menambahkan, “Tentu kami ingin masuk playoff, tapi staf dan pemain harus bangga dengan pencapaian mereka. Itu tugas yang sulit, apalagi dengan banyaknya perubahan pemain.”
Persiapan Musim Baru: Tanpa Rekrutan Baru, Tapi Punya Target Premier League
Wrexham saat ini menjadi satu-satunya klub Championship yang belum melakukan rekrutan pemain anyar. Satu-satunya kesepakatan yang hampir terwujud adalah transfer bek sayap Crystal Palace, Danny Imray. Namun, mereka bukan satu-satunya tim dengan ambisi promosi. Klub-klub degradasi seperti West Ham, Burnley, dan Wolves juga diprediksi akan menjadi pesaing kuat berkat dana parachute payment.
“Saya rasa divisi ini akan semakin kompetitif musim ini dengan tim-tim yang turun kasta,” kata Parkinson. “Kami masih punya pekerjaan rumah untuk memperkuat skuad agar bisa bersaing lagi. Satu pemain sudah dekat, tapi kami butuh beberapa tambahan lagi sebelum jendela transfer tutup. Kami harus sabar, tapi skuad belum sesuai dengan yang kami inginkan untuk menghadapi tuntutan musim Championship.”
Optimisme untuk Musim Kedua di Championship
Meskipun persaingan ketat, Parkinson yakin timnya masih bisa berkembang. “Musim kedua akan berat, tapi saya rasa masih ada potensi lebih dari kelompok pemain yang ada. Musim lalu sulit karena banyak pemain datang terlambat dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, mereka tampil bagus, dan saya yakin musim ini mereka bisa memberikan lebih banyak.”
Kesimpulan: Mimpi Premier League Belum Padam
Kegagalan tipis di playoff Championship memang menjadi pukulan, tapi bagi Wrexham, target Premier League masih sangat hidup. Dengan infrastruktur yang terus membaik, basis penggemar yang fanatik, serta dukungan dari pemilik selebriti, klub ini tetap menjadi salah satu kandidat promosi musim depan. Pertandingan melawan Liverpool di Yankee Stadium bukan sekadar laga pramusim biasa, melainkan simbol seberapa jauh Wrexham telah melangkah — dan seberapa tinggi ambisi mereka ke depannya.
