Noni Madueke, bintang muda Arsenal yang kini memperkuat Timnas Inggris U20, mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak meremehkan Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) pada babak 32 besar Piala Dunia U20. Meski begitu, ia optimistis lini serang Inggris akan tampil jauh lebih cair dibanding pertandingan melawan Ghana di fase grup.
Dalam laga yang akan digelar di Atlanta, Rabu waktu setempat, Inggris menghadapi lawan yang diperkirakan bermain dengan gaya kontra-attack serupa Ghana. Madueke menilai DR Kongo bukan lawan sembarangan—terutama karena tim tersebut diperkuat beberapa pemain yang berlaga di Premier League, seperti Yoane Wissa (Newcastle) dan Noah Sidiki (Sunderland).
Noni Madueke Peringatkan Lawan Tangguh
Madueke, yang sempat menjadi starter melawan Kroasia dan Ghana sebelum digeser Bukayo Saka pada laga kontra Panama, mengatakan bahwa Timnas Inggris U20 harus siap menghadapi pertandingan sulit. “Saya perkirakan laga ini akan sulit. Begitu sampai di tahap ini, Anda tidak bisa meremehkan lawan mana pun. Mereka punya kekuatan dan kualitas yang akan coba mereka terapkan,” ujar Madueke.
Gaya Bermain DR Kongo yang Mirip Ghana
Menurut Madueke, tantangan terbesar adalah membongkar pertahanan rapat lawan—sebuah pola yang mirip dengan Ghana. “Ini bukan cuma kami. Setiap tim kesulitan menghadapi lawan yang menempatkan 11 pemain di ruang 30 meter. Spanyol dan Portugal juga mengalaminya. Ini bagian dari sepak bola modern,” tambahnya.
Ia pun menekankan bahwa Timnas Inggris U20 harus menerapkan pola yang sama seperti saat melawan Ghana, tetapi dengan eksekusi yang lebih baik. “Kami punya pola yang sama, dan kami akan berusaha menerapkannya lebih baik dari sebelumnya.”
Pertarungan di Sektor Sayap
Bukayo Saka diprediksi tetap menjadi pilihan utama di sayap kanan Inggris, sementara Djed Spence akan mengisi pos bek kanan menggantikan Reece James dan Jarell Quansah yang cedera. Madueke, yang bersaing langsung dengan Saka di Arsenal dan Timnas Inggris U20, mengakui persaingan itu memacunya tampil lebih baik.
“Anda harus selalu berada di level tertinggi karena tahu ada pemain top yang menunggu dan siap menggantikan Anda. Persaingan sehat seperti ini bagus. Bermain untuk Arsenal dan Inggris, Anda tidak butuh motivasi lain untuk tetap tampil maksimal,” katanya.
Persiapan Mental dan Adu Penalti
Madueke juga membahas pentingnya kesiapan mental jika laga berlanjut ke adu penalti. Ia diketahui sempat menjadi algojo keenam Arsenal saat kalah adu penalti dari Paris Saint-Germain, sebelum Gabriel Magalhães gagal. Kini ia rutin berlatih penalti bersama skuad Inggris.
“Sebagian besar soal psikologis. Cara Anda menendang bola, tergantung ancang-ancang, apakah Anda berhenti atau menunggu kiper, atau hanya memilih sudut dan menendang sebersih mungkin. Semua itu diperhitungkan,” jelas Madueke.
Kesimpulan
Pertandingan melawan DR Kongo menjadi ujian sejati bagi Timnas Inggris U20. Dengan tekad tampil lebih cair, persaingan internal yang sehat, dan persiapan matang termasuk skenario adu penalti, Noni Madueke dan kawan-kawan siap melangkah ke babak berikutnya. Namun, mereka tidak boleh lengah—DR Kongo punya senjata rahasia yang bisa membuat kejutan.
