Tuchel Akan Banyak Belajar dari Tekanan Usai Inggris Tersingkir oleh Argentina

Kane Dukung Tuchel Hadapi Kritik Pasca Kekalahan Argentina

Harry Kane menyatakan keyakinannya bahwa Thomas Tuchel akan mengambil banyak pelajaran berharga dari kekalahan Inggris di semifinal Piala Dunia melawan Argentina. Menurut kapten Tim Tiga Singa itu, tekanan dan situasi sulit yang dialami selama turnamen besar pertama Tuchel akan menjadi modal penting ke depannya. Kane menegaskan bahwa seluruh tim harus memproses hasil mengecewakan tersebut dan menjadikannya motivasi untuk turnamen mendatang.

Pernyataan ini muncul setelah Inggris harus puas di peringkat ketiga usai mengalahkan Prancis 6-4 dalam laga yang menghibur. Namun, sorotan tajam justru tertuju pada keputusan taktik Tuchel yang beralih ke formasi lima bek saat unggul 1-0 melawan Argentina. Keputusan itu menuai kritik karena dianggap terlalu defensif dan akhirnya membuat Inggris tersingkir.

Tuchel Belajar dari Tekanan: “The Best England Group”

Meskipun gagal melaju ke final, Kane menilai atmosfer yang dibangun Tuchel sejak menggantikan Gareth Southgate pada 2025 adalah yang terbaik yang pernah ia rasakan. “Ini grup Inggris terbaik yang pernah saya ikuti dalam hal kebersamaan,” ujar Kane. Ia juga menekankan bahwa Tuchel akan belajar dari tekanan yang dihadapinya sebagai manajer di turnamen besar pertamanya.

“Saya yakin pelatih akan banyak belajar dari para pemain, situasi, tekanan, dan perjalanan. Kami sebagai pemain juga bisa belajar dari malam itu,” tambah Kane. Ia mengakui suporter mungkin marah, dan tim harus siap menerima kritik serta menggunakannya sebagai bahan bakar untuk mencapai target tertinggi dalam dua tahun ke depan.

Kritik Taktik Tuchel: Antara Nyali dan Realitas

Keputusan Tuchel untuk bertahan dengan keunggulan tipis menjadi perdebatan hangat. Kane secara terbuka mengakui bahwa 30 menit terakhir melawan Argentina bukanlah cerminan tim yang mereka inginkan. “Kami banyak membahas situasi itu selama dua tahun terakhir, tetapi pada akhirnya kami tetap kalah. Mudah untuk berbicara, tetapi kami harus benar-benar berada di situasi itu dan menjadi lebih baik,” tegasnya.

Pentingnya Nations League untuk Hadapi Tim Besar

Inggris sempat terdegradasi dari grup teratas Nations League pada 2022, namun berhasil promosi pada 2024. Kini mereka akan menghadapi Spanyol, Kroasia, dan Ceko dimulai dengan laga melawan Spanyol pada 26 September di Wembley. Kane percaya kompetisi ini menjadi ajang krusial untuk mengasah kemampuan melawan tim-tim top dunia.

“Kami perlu terbiasa dengan lingkungan besar dan menemukan performa terbaik melawan tim-tim seperti Spanyol dan Kroasia. Nations League akan sangat penting bagi kami,” ujar Kane. Ia merujuk pada kemenangan melawan Prancis yang meskipun tidak kompetitif, tetap memberikan gambaran potensi tim.

Langkah Selanjutnya: Grieving Stage Hingga Evaluasi Bersama

Kane yang telah dua kali merasakan pahitnya semifinal Piala Dunia dan dua final Euro menegaskan keyakinannya pada Tuchel. “Antusiasme, emosi, dan pengalaman taktisnya tidak menjamin segalanya benar setiap waktu. Tapi ia memberi kepercayaan kepada pemain dan negara bahwa tahun ini adalah milik kami. Itu sebabnya rasa sakit ini lebih dalam dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Saat ini, Inggris masih berada dalam tahap berduka dan emosional. Kane berencana melakukan percakapan dengan Tuchel, rekan setim, dan staf setelah kamp berikutnya untuk mengevaluasi apa yang bisa diperbaiki. “Kami akan berbincang sebagai kapten dan manajer, bersama pemain lain, untuk melihat di mana kami bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.