Melanggar Aturan Keuangan UEFA, Newcastle, Chelsea, dan Aston Villa Kena Denda

Denda Besar dari UEFA untuk Tiga Klub Premier League

UEFA baru saja menjatuhkan sanksi finansial kepada Newcastle United, Aston Villa, dan Chelsea karena melanggar aturan keuangan UEFA. Ketiga klub Premier League ini terbukti melampaui batas pengeluaran yang ditetapkan dalam regulasi keberlanjutan keuangan UEFA (Financial Sustainability Regulations). Hukuman ini merupakan yang kedua kalinya bagi Aston Villa dan Chelsea, sementara Newcastle untuk pertama kalinya terkena sanksi serupa.

Soccer Football – Premier League – Newcastle United v Aston Villa – St James’ Park, Newcastle, Britain – January 25, 2026 Aston Villa’s Amadou Onana in action with Newcastle United’s Lewis Hall Action Images via Reuters/Lee Smith EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR ‘LIVE’ SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 120 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. PLEASE CONTACT YOUR ACCOUNT REPRESENTATIVE FOR FURTHER DETAILS..

Rincian Denda Newcastle United

Newcastle didenda total €6 juta (sekitar £5,2 juta) atas dua pelanggaran: aturan pendapatan sepak bola (Football Earnings Rule/FER) dan aturan rasio biaya skuad (Squad Cost Rules/SCR). Masing-masing pelanggaran dikenai denda €3 juta, ditambah denda tangguhan sebesar €7 juta yang akan berlaku jika klub kembali melanggar dalam tiga tahun ke depan.

Meski Newcastle gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan setelah finis peringkat 10 Premier League, klub tetap harus mematuhi aturan keuangan UEFA karena mereka bermain di Liga Champions pada musim lalu hingga perempat final. Faktanya, Newcastle tidak pernah melanggar aturan profitabilitas dan keberlanjutan Premier League, tetapi aturan UEFA lebih ketat. Batas pengeluaran pemain versi UEFA adalah 70% dari pendapatan, sementara Premier League menerapkan 85%.

Menurut laporan, pengeluaran pemain Newcastle pada musim lalu mencapai sekitar 75% dari pendapatan. Selain itu, penjualan St James’ Park ke perusahaan anak PZ Newco Holdings Ltd tidak disetujui UEFA sebagai pemasukan, sehingga pelanggaran semakin membesar.

Dalam pernyataan resmi, Newcastle menyatakan telah bekerja sama dengan badan kontrol keuangan UEFA dan menerima perjanjian penyelesaian selama tiga tahun. Mereka berkomitmen untuk mematuhi aturan sepenuhnya di masa depan. Meski terkena denda, klub menegaskan bahwa sanksi ini tidak akan memaksa mereka menjual pemain di bursa transfer musim panas. Namun, mereka telah menjual Anthony Gordon ke Barcelona seharga £75 juta, dan Sandro Tonali dikabarkan akan dilepas dengan harga sekitar £100 juta karena diminati Manchester City dan Tottenham.

Denda Aston Villa dan Chelsea

Aston Villa menerima denda sebesar €22,5 juta karena melanggar batas SCR 70% untuk tahun kedua berturut-turut. Namun, klub hanya membayar €7,5 juta di awal, sisanya ditangguhkan jika tidak ada pelanggaran lagi di tahun-tahun mendatang. Villa sebelumnya telah didenda €11 juta pada musim lalu, dan kini berhasil menurunkan pelanggaran mereka hingga di bawah 80% dari batas SCR.

Sementara itu, Chelsea juga berhasil mengurangi besaran pelanggaran mereka secara signifikan. Klub asal London itu hanya didenda €3 juta, di mana €2 juta di antaranya ditangguhkan. Ini menunjukkan tren perbaikan kepatuhan terhadap aturan keuangan UEFA di kedua klub.

UEFA menyatakan bahwa untuk Villa dan Chelsea, badan pengawas mempertimbangkan tren penurunan rasio biaya skuad antara 2024 dan 2025 yang sesuai dengan proyeksi. Sebagian dari denda bersifat kondisional, tergantung pada kemampuan klub terus menurunkan rasio biaya skuad pada 2026.

Perbandingan Aturan Keuangan UEFA dan Premier League

Salah satu poin penting dalam kasus ini adalah perbedaan ketatnya aturan keuangan UEFA dibandingkan dengan Premier League. UEFA menetapkan batas pengeluaran pemain maksimal 70% dari pendapatan, sementara Premier League akan mengganti aturan profitabilitas