Portugal Gagal Maksimalkan Dominasi, DR Kongo Curi Satu Poin Bersejarah
HOUSTON – Salah satu kejutan terbesar pada pekan pertama Piala Dunia 2026 terjadi di NRG Stadium, Houston. Portugal yang datang sebagai favorit kuat Grup K harus puas bermain imbang 1-1 melawan DR Kongo pada pertandingan pembuka mereka, Rabu (17/6/2026). Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi wakil Afrika yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun.
Portugal sebenarnya memulai laga dengan sempurna. Baru enam menit pertandingan berjalan, Joao Neves berhasil membawa Selecao das Quinas unggul melalui sundulan memanfaatkan umpan Pedro Neto. Gol cepat itu membuat publik Portugal yakin tim mereka akan meraih kemenangan mudah.
Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Meski menguasai bola dan mendominasi jalannya pertandingan, Portugal kesulitan menciptakan peluang berbahaya setelah gol pembuka tersebut.
Wissa Ukir Sejarah untuk DR Kongo
Saat Portugal terlihat nyaman mempertahankan keunggulan, DR Kongo memberikan kejutan menjelang turun minum.
Pada masa injury time babak pertama, Yoane Wissa sukses menyambut umpan Arthur Masuaku dan menaklukkan penjaga gawang Portugal. Gol tersebut tidak hanya menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tetapi juga tercatat sebagai gol pertama DR Kongo dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Gol bersejarah itu disambut meriah oleh para pendukung DR Kongo yang hadir di stadion. Setelah gagal mencetak gol dalam seluruh pertandingan mereka pada edisi 1974 saat masih bernama Zaire, akhirnya negara Afrika tersebut mampu mencatatkan namanya di papan skor Piala Dunia.
Cristiano Ronaldo Kembali Jadi Sorotan
Perhatian besar juga tertuju kepada kapten Portugal, Cristiano Ronaldo.
Pemain berusia 41 tahun tersebut mencatatkan penampilan di Piala Dunia untuk keenam kalinya, menyamai rekor terbanyak sepanjang sejarah. Namun malam itu bukanlah malam terbaik bagi sang megabintang. Ronaldo gagal mencetak gol dan beberapa peluang yang diperolehnya tidak mampu dikonversi menjadi gol kemenangan Portugal.
Setelah pertandingan, kritik terhadap performa Portugal dan Ronaldo semakin menguat. Reuters melaporkan bahwa Portugal hanya mampu menghasilkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan meskipun mendominasi penguasaan bola dan mencatat ratusan operan.
DR Kongo Nyaris Curi Kemenangan
Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Portugal berusaha meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan DR Kongo tampil disiplin dan sulit ditembus.
Portugal sempat mencetak gol melalui aksi akrobatik Joao Cancelo, tetapi dianulir karena offside. Tidak lama kemudian justru DR Kongo yang hampir membalikkan keadaan ketika Cedric Bakambu melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang.
Peluang tersebut menjadi peringatan bahwa DR Kongo bukan sekadar datang untuk bertahan. Mereka mampu beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang membuat lini belakang Portugal bekerja keras hingga menit-menit akhir.
Grup K Masih Terbuka Lebar
Hasil imbang ini membuat persaingan Grup K semakin menarik. Portugal gagal mengambil alih kendali grup sejak awal, sementara DR Kongo mendapatkan kepercayaan diri besar untuk menghadapi dua pertandingan berikutnya.
Pelatih DR Kongo Sebastien Desabre memuji mentalitas dan disiplin taktik para pemainnya yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu. Ia menegaskan timnya belum puas dan masih memburu tiket ke fase gugur.
Di kubu Portugal, Roberto Martinez kini menghadapi tekanan untuk segera menemukan solusi sebelum laga berikutnya melawan Uzbekistan. Hasil negatif pada pertandingan selanjutnya bisa membuat perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 menjadi jauh lebih rumit.
Statistik Singkat Pertandingan
Piala Dunia FIFA 2026 – Grup K
Portugal 1-1 DR Kongo
Stadion: NRG Stadium, Houston, Texas
Tanggal: 17 Juni 2026
Pencetak Gol
- Joao Neves (6′) – Portugal
- Yoane Wissa (45+5′) – DR Kongo
Fakta Menarik
- DR Kongo meraih poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
- Yoane Wissa mencetak gol Piala Dunia pertama dalam sejarah DR Kongo.
- Cristiano Ronaldo mencatat penampilan Piala Dunia keenam dalam kariernya.
