Tuchel Kritik Wasit Piala Dunia: Standar Buruk, Tapi Inggris Percaya Diri

Tuchel Murka dengan Standar Wasit Piala Dunia

Thomas Tuchel melontarkan kritik keras terhadap kualitas wasit di Piala Dunia setelah timnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca, Minggu malam. Pelatih asal Jerman itu menyebut standar kepemimpinan wasit tidak dapat diandalkan dan penuh keanehan sepanjang turnamen.

Menurut Tuchel, keputusan wasit yang tidak konsisten membuat pemain tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di lapangan. Ia memperingatkan bahwa banyak tim berisiko tersingkir hanya karena keputusan wasit yang buruk. “Ini tidak cukup baik,” tegasnya. “Wasit bisa mengusir tim mana pun kapan saja. Ini benar-benar tidak konsisten dan tidak bisa diandalkan.”

Kritik Tuchel terhadap wasit Piala Dunia ini dipicu oleh beberapa insiden kontroversial dalam laga melawan Meksiko. Salah satu yang paling mencolok adalah kartu merah yang diterima bek Inggris, Jarell Quansah, setelah tekel kerasnya terhadap Jesús Gallardo. Keputusan itu diambil setelah wasit meninjau tayangan ulang atas rekomendasi Video Assistant Referee (VAR).

Kartu Merah Quansah dan Penalti Kontroversial

FA Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas kartu merah Quansah. Jika banding berhasil, Quansah bisa dihindarkan dari skorsing di perempat final melawan Norwegia di Miami pada Sabtu depan. Sebelumnya, FIFA telah memberikan preseden dengan membatalkan larangan satu pertandingan striker AS, Folarin Balogun, usai kartu merahnya melawan Bosnia-Herzegovina. Prancis juga sudah mengajukan banding untuk kartu kuning Michael Olise.

Selain kartu merah, gol kedua Meksiko juga lahir dari penalti hasil tinjauan VAR. Tuchel menilai keputusan itu tidak tepat karena kontak dalam duel bola adalah hal wajar dalam olahraga fisik seperti sepak bola. “Apakah Anda benar-benar berpikir Harry Kane saat itu berpikir ‘Oh, VAR!’? Dia hanya mengejar bola dan terjadi kontak. Ini olahraga kontak. Kita tidak bisa melihat foto diam dan langsung menyimpulkan ‘Oh, kontak, penalti’,” ujarnya.

Inkonsistensi Keputusan Wasit Menjadi Sorotan

Tuchel menyoroti bagaimana wasit sering kali tidak konsisten dalam menilai pelanggaran. Ada wasit yang membiarkan kontak fisik berlangsung, ada pula yang langsung meniup peluit. “Anda tidak memberikan pelanggaran, lalu tiba-tiba Anda memberikan kartu merah. Anda tidak memberikan pelanggaran, lalu tiba-tiba Anda memberikan penalti. Itu tidak masuk akal,” keluhnya.

Pelatih berusia 51 tahun itu juga mengkritik sikap ofisial keempat yang langsung berteriak jika ia keluar dari zona pelatih. Menurutnya, semua keputusan kecil hingga besar tidak menunjukkan level yang seharusnya ada di Piala Dunia. “Tim-tim yang disebut underdog seperti DR Kongo atau Cape Verde bermain di level tertinggi. Anda butuh wasit level tertinggi. Permainan sudah berubah drastis, tapi wasit tidak,” tambahnya.

Optimisme Inggris di Tengah Kontroversi

Meskipun kecewa dengan kepemimpinan wasit, Tuchel optimis bahwa timnya bisa melaju jauh. Kemenangan dramatis melawan Meksiko, yang memiliki rekor tangguh di Azteca, justru meningkatkan kepercayaan diri tim. “Pertandingan seperti ini hanya bisa dimenangkan dengan keyakinan, dan ini akan menambah keyakinan kami,” kata Tuchel.

Ia menekankan pendekatan bertahap: dari 32 besar, 16 besar, lalu perempat final. “Setelah perempat final, hanya ada delapan tim dan semuanya bisa menang. Kami akan tetap pada moto langkah demi langkah, pertandingan demi pertandingan,” ucapnya percaya diri.

Cedera Henderson Pukulan Berat

Satu-satunya kabar buruk bagi Inggris adalah cedera Jordan Henderson. Gelandang Brentford itu mengalami patah pergelangan tangan saat melompati papan reklame iklan dalam selebrasi kemenangan. Henderson harus menjalani operasi dan dipastikan absen di sisa turnamen. Ia sempat menginap di rumah sakit dengan didampingi staf medis tim.

Meski begitu, semangat tim tetap tinggi. Tuchel percaya bahwa Inggris memiliki keyakinan untuk menjadi juara, asalkan terus fokus dan tidak terpengaruh oleh kontroversi wasit. Dengan kritik Tuchel terhadap wasit Piala Dunia yang tajam, ia berharap FIFA dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan di babak-babak selanjutnya.