Konsorsium yang dipimpin Amanda Staveley dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli 25,1 persen saham West Ham. Vanessa Gold, putri dari mendiang ketua klub David Gold, setuju melepas saham keluarganya di klub yang kini berlaga di Championship.
Kesepakatan Amanda Staveley beli saham West Ham ini terjadi setelah rencana sebelumnya yang melibatkan Daniel Kretinsky, pengusaha asal Republik Ceko sekaligus pemegang saham, gagal terwujud. Keluarga Gold tercatat sebagai pemegang 25,1 persen saham West Ham melalui perwalian atau trust keluarga.
Detail Kesepakatan dan Hak Pre-Emption
Dalam proses penjualan ini, para pemegang saham West Ham yang ada tetap memiliki hak pre-emption, yaitu opsi untuk membeli saham keluarga Gold terlebih dahulu sebelum konsorsium Staveley resmi masuk. Artinya, kesepakatan dengan konsorsium pimpinan Staveley masih menunggu penyelesaian proses akhir.
Jika proses pre-emption tidak diaktifkan oleh pemegang saham lain, maka konsorsium Amanda Staveley, Mehrdad Ghodoussi, dan PCP Capital Partners akan resmi menjadi pemilik sebagian besar saham keluarga Gold di West Ham.
Kiprah Amanda Staveley di Newcastle United
Staveley bukan wajah baru di sepak bola Inggris. Pada Oktober 2021, ia menjadi perantara kesepakatan yang memungkinkan konsorsium beraliansi Arab Saudi mengambil alih Newcastle United dari Mike Ashley.
Bersama Mehrdad Ghodoussi, Staveley mengawasi kebangkitan Newcastle dari tim yang kerap berjuang di papan bawah Premier League menjadi peserta Liga Champions. Setelah keduanya hengkang pada musim panas 2024, Newcastle kemudian sukses meraih trofi Carabao Cup — sebuah pencapaian yang menunjukkan fondasi kuat yang mereka tinggalkan.
Alasan Penjualan Saham Keluarga Gold
Vanessa Gold menyampaikan pernyataan terbuka kepada para pendukung West Ham. Ia menjelaskan bahwa pada 12 Juni, dirinya sempat menyepakati penjualan saham kepada Daniel Kretinsky yang akan menjadikan EP Group sebagai pemegang saham tunggal terbesar. Namun, kesepakatan awal tersebut dan sejumlah alternatif lain yang sempat dibahas tidak membuahkan hasil.
Vanessa menegaskan bahwa ambisinya selama ini adalah memastikan West Ham memiliki kepemimpinan dan kepemilikan yang tepat agar klub bisa mencapai potensi penuhnya. Ia juga menyebut bahwa Amanda Staveley, Mehrdad Ghodoussi, dan PCP Capital Partners membawa pengalaman mendalam dalam mengelola klub sepak bola yang sukses.
Kondisi West Ham Saat Ini
The Hammers terdegradasi dari Premier League pada akhir musim lalu. Padahal, dua musim sebelumnya, klub asal London Timur ini sempat merasakan manisnya menjadi juara Europa Conference League pada 2023.
Kini West Ham bersiap mengawali upaya kembali ke kasta tertinggi dengan bertandang ke markas Burnley pada 16 Agustus. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mempercepat proses kebangkitan klub.
Kesimpulan
Kesepakatan Amanda Staveley beli saham West Ham menjadi babak baru yang menarik dalam perjalanan klub. Meski masih menunggu proses pre-emption dari pemegang saham eksisting, kehadiran figur sekaliber Staveley dinilai bisa membawa West Ham kembali ke Premier League — tempat yang diyakini sebagai posisi seharusnya bagi klub sebesar The Hammers.
